Artikel Terbaru
On Line
VISITOR
Facebook HBA
trafic

 

Video

ProfesiKu ProfesiMu DAAI TV

 

Jakarta Training Communication (JTC), kedatangan sahabat dari DAAI TV, tepatnya sabtu tanggal 27 Juli 2013.

Kedatangan mereka ke JTC tentunya dalam rangka program acara mereka yaitu Profesiku Profesimu.. 

Kali ini teman-teman DAAI TV akan mengupas profesi Dubber.

JTC sendiri adalah sebuah lebaga kursus non gelar yang mebuka berbagai jenis kursus kumunikasi  dan salah satunya adalah kelas Dubber, JTC membuka kelas dubber, dan bagi sahabat yang ingin menggeluti dunia dubber bisa ikutan paket yang JTC tawarkan.

Sejah dubber di Indonesia sendiri berawal dari DubbingDubber  “adalah salah satu profesi, yang mulai di kenal masyarakat semenjak kurang lebih tahun ‘ 90-an ‘. Tepatnya pada masa industry pertelevisian Indonesia di banjiri oleh film-film produksi luar negeri, telenovela, kartun , Film , documenter dan lain sebagainya. Beberapa produksi film import tersebut , bahkan sempat popular dan di gandrungi oleh penonton. Hingga karya produksi dalam negeri mengalami penurunan drastic, film film tersebut misalnya, Kassandra, Maria Mercedes , Ular putih, dan lain sebagainya. Dampak positifnya adalah mulai bermunculan production house yang berkonsentrasi  di bidang sulih suara ( Dubbing ) hingga para pelaku pengisi suara ( Dubber ) bahkan pendidikan menjadi professional Dubber pun bermunculan, Tentu saja ’ DUBBER ‘ sudah dapat dijadikan alternative sebuah profesi

Dalam bahasa Indonesia adalah sulih suara yaitu mengisi suara peran di film atau mengganti suara asli film itu dari bahasa asing ke bahasa Indonesia. Sedangkan dubber dalam bahasa Indonesia adalah Penyulih Suara/ Pengisi Suara. Jadi dubbing adalah proses pengisian suara sedangkan dubber adalah pelaku atau orang yang mengisi suara. Dubbing atau pengisian suara  terbagi dalam 4 jenis yaitu: 1. Dubbing film layar lebar (bioskop) lokal. 2. Dubbing Sandiwara Radio misalnya Serial Saur Sepuh yang dulu begitu fenomenal. 3. Dubbing iklan. 4. Dubbing film asing. Di Indonesia dubbing (pengisian suara) film mulai ada seiring saat pertama kali Indonesia memproduksi film layar lebar (bioskop) sementara dubbing iklan pertama kali saat dulu di awal-awal berdirinya TVRI mulai menayangkan iklan di sela-sela acaranya. Sedangkan untuk film asing dubbing pertama kali di era 1980-an saat TVRI menayangkan serial Jepang “Rin” yang kemudian disusul “Oshin” yang saat itu begitu populer. Dunia Dubbing Indonesia mempunyai wadah atau organisasi yaitu PERSUSI (Persatuan Sulih Suara Indonesia).

  

Sat, 27 Jul 2013 @10:44

Copyright © 2018 Powered by Cek & Ricek · All Rights Reserved